Pemko Batam Bertekad Mencapai Zero Stunting Melalui Rembuk Stunting 2024

- 23 April 2024, 16:43 WIB
Rembuk Stunting Tingkat Kota Batam Tahun 2024 di Ruang Rapat Hang Nadim, Balaikota Batam, pada Selasa (23/04/2024)
Rembuk Stunting Tingkat Kota Batam Tahun 2024 di Ruang Rapat Hang Nadim, Balaikota Batam, pada Selasa (23/04/2024) /Dok. Pemko Batam/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Batam menyelenggarakan Rembuk Stunting Tingkat Kota Batam Tahun 2024 di Ruang Rapat Hang Nadim, Balaikota Batam, pada Selasa (23/04/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas dan menyusun perencanaan pencegahan penurunan angka stunting di Kota Batam pada tahun 2025. Rembuk Stunting diikuti oleh Perangkat Daerah dan stakeholder terkait, dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd.

Sekretaris Daerah Batam Harapkan Penurunan Prevalensi Stunting

Dalam sambutannya, Jefridin mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan harapannya agar melalui Rembuk Stunting ini dapat dilakukan perencanaan dan penghitungan anggaran yang tepat untuk pencegahan stunting.

"Jika memang anggaran kita kurang, kita bisa minta bantuan pada pengusaha melalui program Bapak Asuh. Tujuannya agar prevalensi stunting di Kota Batam menurun," jelasnya.

Jefridin menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia menekankan bahwa stunting menjadi perhatian serius pemerintah karena angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi, dengan prevalensi nasional sebesar 21,6 persen menurut SSGI 2022.

Baca Juga: Dari Blusukan Hujan-Hujanan hingga Keliling Tebar Paket Stunting: Dedikasi Maratusholiha Nizar untuk Lingga

Di Kota Batam sendiri, prevalensi stunting menurut SSGI Tahun 2022 sebesar 15,2 persen. Namun, berdasarkan data EPPGM dari Posyandu, prevalensi stunting di Batam pada tahun 2023 turun menjadi 1,72 persen atau 1.022 anak stunting. Angka ini kemudian kembali turun menjadi 1,5 persen atau 899 anak stunting pada Februari 2024.

"Mari kita semua bersama dan bersinergi dalam pencegahan dan penanggulangan stunting ini. Sehingga prevalensi stunting di Kota Batam menjadi zero stunting," harap Jefridin.

Halaman:

Editor: Akhlil


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini