Mengungkap Pesona Tari Tandak: Jembatan Silaturahmi dan Cinta di Bumi Melayu

- 29 Maret 2024, 21:52 WIB
Mengungkap Pesona Tari Tandak: Jembatan Silaturahmi dan Cinta di Bumi Melayu
Mengungkap Pesona Tari Tandak: Jembatan Silaturahmi dan Cinta di Bumi Melayu /Dok. Disbud Kepri/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Di antara hamparan perkebunan kelapa dan sawah yang luas, Riau menyimpan kekayaan budaya yang menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah Tari Tandak, sebuah tarian tradisional yang memadukan seni tari, sastra, dan silaturahmi.

Tari Tandak merupakan tarian pergaulan yang digemari oleh masyarakat Riau. Tarian ini menggabungkan gerakan tari dengan nyanyian dan pantun yang saling berbalasan antara kelompok pria dan wanita. Lagu dan pantun yang dinyanyikan berisi tentang kehidupan sehari-hari dan hal-hal yang ada di bumi.

Tarian ini biasanya dipentaskan pada malam hari, diawali dengan para peserta yang membentuk lingkaran dan saling berpegangan pundak. Mereka kemudian berjalan sambil mengangkat kaki dan menghentakannya ke tanah. Di tengah lingkaran, seorang pemimpin yang disebut "kepala ngejang" mengatur irama tarian dengan memainkan alat musik giring-giring.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah Sultanah Embung Fatimah di Pulau Penyengat

Tari Tandak memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

  • Sebagai media silaturahmi: Tari Tandak menjadi ajang bagi para pemuda dan pemudi dari berbagai kampung untuk bertemu dan bergaul. Tak jarang, pertemuan ini berujung pada kisah cinta.
  • Sebagai hiburan: Tari Tandak merupakan hiburan bagi masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.
  • Sebagai ungkapan rasa syukur: Tari Tandak sering dipentaskan setelah panen sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah.

Tarian ini melambangkan ikatan persahabatan dan rasa aman antar kampung. Dalam Tari Tandak, semua peserta bebas memilih pasangan dan menari bersama.

Secara rutin, Tari Tandak diadakan setiap bulan Juli hingga Oktober, setelah para petani selesai panen. Festival Tari Tandak menjadi daya tarik wisata yang menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Baca Juga: 11 Cagar Budaya Baru di Karimun Warisan Sejarah untuk Generasi Masa Depan

Editor: Akhlil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah