Gunung Daik: Lebih dari Sekedar Gunung, Simbol Budaya dan Kekuatan Alam

- 12 April 2024, 21:54 WIB
Lebih dari sekedar gunung, Gunung Daik adalah simbol budaya Melayu dan kekuatan alam yang dahsyat
Lebih dari sekedar gunung, Gunung Daik adalah simbol budaya Melayu dan kekuatan alam yang dahsyat /Istimewa/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Gunung Daik, yang terletak di Kepulauan Riau, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terkenal dengan keindahannya yang memukau dan legenda yang menarik. Legenda Gunung Daik telah menjadikannya sebagai objek wisata pendakian yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam dan budaya.

Legenda Patahnya Puncak Gunung Daik

Salah satu legenda Gunung Daik yang paling terkenal adalah tentang patahnya puncak gunung. Menurut cerita rakyat, Gunung Daik mulanya memiliki tiga puncak yang bercabang, yaitu Gunung Lingga, Pejantan, dan Cindai Menangis. Legenda ini menceritakan tentang pertarungan antara Datuk Kaya Kuning dan Mak Yah untuk memperebutkan kekuasaan.

Datuk Kaya Kuning dan Mak Yah sepakat untuk mengadu kesaktian mereka dengan mematahkan salah satu cabang puncak Gunung Daik. Mak Yah mencoba terlebih dahulu, namun dia tidak berhasil. Giliran Datuk Kaya Kuning, dia berhasil mematahkan salah satu puncak, yang kemudian bergulir ke laut dan menjadi Pulau Pandan. Sesuai perjanjian, Mak Yah mengakui kekalahan dan Datuk Kaya Kuning menjadi raja di seluruh Lingga.

Legenda Raja Inderagiri dan Keris Sakti

Legenda lain tentang Gunung Daik menceritakan tentang Raja Inderagiri yang sedang bertapa di puncak gunung. Di hari terakhir pertapaannya, dia mendengar suara gemuruh dan melihat salah satu puncak gunung patah dan bergulir ke laut. Raja Inderagiri terkejut dan segera mengakhiri pertapaannya untuk menyelamatkan diri. Tanpa sadar, keris saktinya terjatuh dan patahan puncak gunung itu menjadi Pulau Pandan.

Patahnya Puncak sebagai Pertanda Kematian

Legenda lain menghubungkan patahnya puncak Gunung Daik dengan kematian Datuk Kaya Montel, penguasa Lingga dan raja orang laut. Ketika Datuk Kaya Montel sakit keras, dia berpesan kepada orang laut bahwa jika terjadi sesuatu yang aneh dan menggemparkan di Pulau Lingga, itu adalah pertanda dia telah meninggal dunia.

Baca Juga: Menjelajahi Pesona Alam, Keindahan Alam dan Budaya Melayu di Lingga Utara Surga Tersembunyi di Kepulauan Riau

Halaman:

Editor: Akhlil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah