Menguak Misteri Tahun Kabisat: Sejarah, Cara Menghitung, dan ada Dampaknya Lho Simak Yuk Kuy

- 27 Februari 2024, 12:01 WIB
Misteri Tahun Kabisat
Misteri Tahun Kabisat /freepick/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Pernahkah Anda bertanya-tanya apa itu tahun kabisat dan mengapa ada "hari ekstra" di bulan Februari? Artikel ini akan mengulas lengkap tentang tahun kabisat, mulai dari sejarahnya, cara menghitungnya, hingga dampaknya pada musim dan kehidupan kita.

Apa itu Tahun Kabisat?

Tahun kabisat adalah tahun yang memiliki 366 hari, satu hari lebih banyak dari tahun biasa. Hari tambahan ini, 29 Februari, ditambahkan untuk menjaga kalender kita tetap sinkron dengan musim.

Sejarah Singkat Tahun Kabisat

Sistem tahun kabisat sudah ada sejak zaman Romawi kuno. Julius Caesar, pada tahun 46 SM, memperkenalkan kalender Julian yang menambahkan satu hari setiap empat tahun ke bulan Februari.

Sistem ini kemudian disempurnakan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582, menghasilkan kalender Gregorian yang kita gunakan saat ini.

Cara Menghitung Tahun Kabisat

Berikut adalah beberapa cara untuk menghitung tahun kabisat:

  • Aturan 4: Tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi 4.
  • Aturan 100: Tahun kabisat yang habis dibagi 100 haruslah habis dibagi 400.
  • Contoh: Tahun 2024 adalah tahun kabisat karena habis dibagi 4. Tahun 1900 bukan tahun kabisat karena meskipun habis dibagi 4, tahun ini tidak habis dibagi 400.

Baca Juga: Simak Ulasan Mengapa Tahun Kabisat Jatuh di Bulan Februari, Bukan Desember

Dampak Tahun Kabisat pada Musim

Bumi membutuhkan waktu 365,2422 hari untuk mengorbit Matahari. Kalender standar kita memiliki 365 hari, sehingga ada selisih 0,2422 hari setiap tahun. Selisih ini akan terus bertambah dan menyebabkan musim tidak sinkron dengan kalender.

Penambahan hari kabisat setiap empat tahun membantu menjaga kalender tetap sinkron dengan musim. Hal ini penting untuk berbagai aspek kehidupan, seperti pertanian, perikanan, dan navigasi.

Tahun Kabisat dan Kehidupan

Sistem tahun kabisat memiliki beberapa dampak pada kehidupan kita, antara lain:

Halaman:

Editor: Akhlil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x