Dugaan Korupsi di KONI, Konspirasi Ketua Umum dan Harian Dibongkar Kasi Pidsus Kejari Lingga

- 29 Mei 2024, 17:45 WIB
Kedua tersangka saat akan dititipkan di Lapas Kelas III Dabo Singkep pada Rabu 29 Mei 2024
Kedua tersangka saat akan dititipkan di Lapas Kelas III Dabo Singkep pada Rabu 29 Mei 2024 /Paino/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Berlangsung sejak tahun 2021 hingga 2022, persekongkokolan Ketua Umum dan Ketua Harian KONI Kabupaten Lingga dalam melakukan penyelewengan penggunaan dana hibah dari Pemda Lingga di bongkar oleh Kejaksaan Negeri Lingga.

Kepala Kejaksaan Negeri Lingga, Rizal Edison melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lingga, Senopati, mengungkapkan konspirasi yang melibatkan Ketua Umum KONI Lingga, AG, dan Ketua Harian KONI Lingga, RS, dalam penyelewengan dana hibah yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Lingga telah berlangsung sejak tahun 2021 dan 2022, keduanya bersekongkol dalam penyelewengan anggaran dana hibah untuk kepentingan pribadi.

Dijelaskan Senopati, pada tahun 2021, AG, selaku Ketua Umum KONI Lingga, menghubungi RS, yang merupakan ASN di lingkungan Pemda Lingga, untuk bergabung dalam pengurusan KONI Kabupaten Lingga. Melalui surat resmi yang ditujukan kepada Ketua Umum KONI Provinsi Kepri, AG mengajukan perubahan struktur organisasi KONI Lingga dengan menambahkan RS sebagai Ketua Harian.

Setelah perubahan tersebut disahkan, AG dan RS menyusun Rancangan Anggaran Biaya (RAB) tanpa mengikuti mekanisme AD/ART KONI. Penyusunan RAB tersebut dilakukan tanpa melibatkan bagian perencanaan anggaran serta bendahara.

"RAB yang disusun tersebut diusulkan ke Pemda Lingga melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga untuk memperoleh dana hibah," ungkap Senopati, Rabu 29 Mei 2024.

Kasi Pidsus Kejari Lingga, Senopati memborgol tangan Ketua Umum KONI Lingga saat hendak dibawa ke Lapas Kelas III Dabo Singkep pada Rabu 29 Mei 2024
Kasi Pidsus Kejari Lingga, Senopati memborgol tangan Ketua Umum KONI Lingga saat hendak dibawa ke Lapas Kelas III Dabo Singkep pada Rabu 29 Mei 2024

Baca Juga: Dugaan Korupsi di KONI Lingga: Dua Ketua Ditahan, Bukti Elektronik Jadi Kunci

Setelah dana hibah diterima, AG dan RS menyesuaikan penggunaannya sesuai item-item dalam RAB. Namun, dalam pertanggungjawabannya, mereka membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) palsu untuk mendapatkan keuntungan dari selisih dana yang diperoleh. SPJ tersebut dibuat tanpa melibatkan bendahara KONI.

Lebih jauh Senopati mengungkapkan perbuatan para tersangka yakni Ketua Umum dan Harian KONI Lingga, pada tahun 2022, AG dan RS kembali membuat RAB dengan cara yang sama dan memperoleh anggaran yang lebih besar karena diperuntukkan untuk kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri tahun 2022 di Kabupaten Bintan.

Halaman:

Editor: Akhlil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah