Dugaan Korupsi di KONI Lingga: Dua Ketua Ditahan, Bukti Elektronik Jadi Kunci

- 29 Mei 2024, 16:35 WIB
Kasi Pidsus Kejari Lingga, Senopati (kanan) bersama Kasi Intelijen Kejari Lingga, Ade Candra (kiri) saat konferensi pers pengungkapan dugaan korupsi dana hibah pada KONI Lingga, Rabu (29/5/2024)
Kasi Pidsus Kejari Lingga, Senopati (kanan) bersama Kasi Intelijen Kejari Lingga, Ade Candra (kiri) saat konferensi pers pengungkapan dugaan korupsi dana hibah pada KONI Lingga, Rabu (29/5/2024) /Dito/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Penyidikan kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lingga tahun 2021-2022 menemukan bukti elektronik penting melalui Google Drive. Hasil pemeriksaan menetapkan AG dan RS sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Lingga, Rizal Edison melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga, Senopati, mengungkapkan, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 52 saksi dan mengumpulkan 174 item bukti petunjuk. Salah satu bukti yang signifikan adalah dokumen elektronik yang diperoleh dari perangkat elektronik berupa handphone milik salah satu saksi yang merupakan staf pada KONI Lingga. Perangkat ini sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi, sehingga tim penyidik memutuskan untuk memeriksa komponen iCloud Drive melalui aplikasi Google Drive.

"Dari akun Google Drive milik saksi tersebut, ditemukan informasi atau data elektronik berupa foto dan video yang menunjukkan bukti belanja berupa kuitansi atau bukti bayar oleh KONI Lingga kepada pihak ketiga. Namun, bukti tersebut tidak sama dengan bukti bayar yang dilaporkan dalam SPJ oleh KONI ke Pemda Lingga," jelas Senopati, Rabu 29 Mei 2024.

Selanjutnya, tim penyidik tidak pidana khusus melakukan perjalanan ke Jakarta dan Balai Bandung untuk mendapatkan keterangan dari pihak ketiga terkait alat bukti elektronik tersebut. Hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mengungkap bahwa bukti bayar atau kuitansi yang dibuat oleh KONI untuk laporan penggunaan dana hibah kepada Pemda Lingga ternyata palsu atau telah dipalsukan.

Baca Juga: Kejari Lingga Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah KONI, Satu Diantaranya ASN

"Tim penyidik tindak pidana khusus menjadikan akun Google Drive berikut isinya sebagai alat bukti elektronik atau digital sesuai dengan Pasal 5 ayat 3 Undang-Undang ITE. Untuk memastikan keabsahannya, kami mengusulkan pemeriksaan forensik digital kepada Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Jakarta," tambahnya.

Berdasarkan hasil ekspos perkara, tim penyidik bidang tidak pidana khusus menilai bahwa dari 52 saksi yang diperiksa, terdapat dua saksi yang setelah pemeriksaan intensif, dinilai telah memenuhi cukup bukti untuk meningkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.

“Kedua tersangka tersebut adalah AG, Ketua Umum KONI Kabupaten Lingga periode 2020-2024, dan RS, Ketua Harian KONI Kabupaten Lingga periode 2021-2024,” ungkap Senopati.

Selanjutnya, ditambahkan Senopati, kedua tersangka dilakukan penahanan di Lapas Kelas III Dabo Singkep Kabupaten Lingga untuk 20 hari ke depan.

Editor: Akhlil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini