Operasi Ditresnarkoba: Pabrik Sabu Cair di Batam Terbongkar, 58 Botol Disita

- 28 Mei 2024, 09:30 WIB
Polda Kepri Bongkar Pabrik Sabu Cair di Batam, 58 Botol Sabu Cair Diamankan
Polda Kepri Bongkar Pabrik Sabu Cair di Batam, 58 Botol Sabu Cair Diamankan /Istimewa/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri melakukan penggerebekan terhadap sebuah lokasi produksi narkotika jenis sabu cair yang beroperasi di Queen Victoria Apartment, Kota Batam, pada Selasa (28/5/2024). Dalam operasi tersebut, polisi berhasil meringkus tiga orang pelaku, termasuk seorang wanita yang tertangkap basah sedang memproduksi sabu cair di tempat kejadian.

Kombes Pol Dony Alexander, mengungkapkan bahwa selain mengamankan pelaku, pihaknya juga menyita 58 botol berukuran 500 ml sabu cair. "Untuk satu liternya dapat dijadikan 2 kilogram narkotika sabu," jelas Dony.

Dony menambahkan, berdasarkan keterangan dari pelaku, sabu cair tersebut belum sempat diedarkan dan masih dalam tahap produksi. "Pengakuan pelaku, sabu ini masih dalam proses produksi dan belum diperjualbelikan. Untuk informasi lebih lanjut, akan kita sampaikan nanti," ujar Dony.

Batam: Jalur Perlintasan dan Produksi Narkotika

Pengungkapan ini menyoroti Batam sebagai wilayah yang sering dijadikan jalur perlintasan dan sekarang juga sebagai lokasi produksi narkotika. Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau memang dikenal sebagai salah satu titik transit utama dalam peredaran narkotika ke berbagai wilayah di Indonesia. Baru-baru ini, para sindikat narkotika bahkan berani membangun pabrik produksi sabu, yang menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Viral di Sidoarjo, Kronologi Kekerasan di Lapangan Rusunawa

Penindakan dan Hukuman Berat untuk Sindikat Narkotika

Langkah tegas Ditresnarkoba Polda Kepri ini menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi narkotika. Kombes Pol Dony Alexander menegaskan bahwa kegiatan produksi dan peredaran narkotika tidak dapat ditolerir. "Tentu, hal ini tidak dapat ditolerir lagi dan para pelaku yang terlibat dalam bisnis gelap narkotika itu harus mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya," pungkasnya.

Dengan pengungkapan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya narkotika dan dapat bekerja sama dengan aparat untuk memberantas peredaran narkotika di lingkungan sekitar. Penindakan tegas dan hukuman berat menjadi langkah preventif yang penting untuk mencegah penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda Indonesia.

Editor: Akhlil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini