Jumlah TPS Pilgub DKI 2024 Berpotensi Berkurang, Ini Penjelasan KPU

- 27 Mei 2024, 13:30 WIB
Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, Astri Megatari
Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, Astri Megatari /ANTARA/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengindikasikan adanya potensi perubahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024. Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, Astri Megatari, menyampaikan bahwa jumlah pemilih per TPS akan meningkat dari maksimal 300 pemilih pada Pemilu 2024 menjadi maksimal 600 pemilih untuk Pilgub mendatang.

"Yang tadinya misalnya pada Pemilu 2024 satu TPS maksimal 300, untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur maksimal 600 pemilih sehingga nantinya akan ada perubahan jumlahnya," kata Astri melalui keterangan resmi, Sabtu (25/5/2024).

Astri menjelaskan bahwa saat ini KPU DKI sedang melakukan pemetaan TPS. Proses ini tidak hanya menggabungkan dua TPS menjadi satu, tetapi juga mempertimbangkan beberapa faktor seperti jarak antar TPS dan data pemilih.

"Apakah data pemilih dalam dua TPS tersebut nantinya tidak ada pemilih dalam satu keluarga yang nantinya beda TPS atau TPS-nya berjauhan atau TPS-nya ada dalam satu kelurahan yang sama," tambah Astri.

Selain pemetaan TPS, KPU DKI Jakarta juga akan melakukan tahapan pemutakhiran data pemilih dalam waktu dekat, termasuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) seperti pada Pemilu 2024. Astri mengungkapkan bahwa petugas akan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengonfirmasi data pemilih yang ada di KPU dengan data dari Kementerian Dalam Negeri.

"Jadi, nanti masyarakat dimohon kerjasamanya, koordinasi supaya tahapan coklit atau pemutakhiran data pemilu ini berlangsung dengan lancar," ujar Astri.

Periode coklit akan dimulai pada awal Juni, diawali dengan tahapan perekrutan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih).

Baca Juga: KPU Lingga: Pelantikan 252 Anggota PPS untuk 84 Desa dan Kelurahan

"Coklit dimulai sekitar awal Juni. Dimulai perekrutan pantarlih terlebih dahulu, lalu kami coklit ke rumah-rumah," katanya.

Halaman:

Editor: Akhlil

Sumber: infopublik.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah