Lapas Kelas IIA Padang Gelar Skrining HIV-AIDS bagi Warga Binaan

- 20 Mei 2024, 08:00 WIB
Warga Binaan Lapas Padang, saat melakukan skrening HIV/AIDS, Jumat (17/5/2024)
Warga Binaan Lapas Padang, saat melakukan skrening HIV/AIDS, Jumat (17/5/2024) /Info Publik/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat menggelar kegiatan skrining (pemeriksaan) HIV-AIDS bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Jumat (17/5/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai penyakit menular di kalangan warga binaan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan lapas untuk memastikan kesehatan seluruh penghuni," ujar Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Marten.

Marten menjelaskan bahwa kegiatan skrining ini melibatkan dokter dan tenaga medis dari Lapas Padang dan Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat, serta didukung oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Padang melalui Puskesmas Padang Pasir.

"Kegiatan skrining dilaksanakan secara cermat dan profesional. Setiap WBP menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi HIV-AIDS," papar Marten.

Selain melakukan tes darah, kegiatan ini juga mencakup sesi konseling di mana para WBP diberikan informasi lengkap mengenai penularan, pencegahan, dan pengelolaan HIV-AIDS.

Baca Juga: Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Optimis Raih WBK 2024: Desk Evaluasi Diwarnai Semangat dan Inovasi

Marten menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk menjaga kesehatan para warga binaan dan lingkungan Lapas Kelas IIA Padang.

"Kami berkomitmen untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang lebih baik mengenai HIV-AIDS kepada seluruh warga binaan. Ini adalah langkah preventif yang penting untuk melindungi kesehatan mereka," ucapnya.

Hasil skrining ini akan menjadi dasar bagi pihak Lapas untuk memberikan penanganan yang sesuai kepada warga binaan yang terdeteksi mengidap HIV-AIDS. Langkah-langkah lanjutan, seperti penanganan medis intensif, penyuluhan lebih lanjut, dan dukungan psikososial, akan diberikan kepada warga binaan yang membutuhkan.

Halaman:

Editor: Akhlil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini