Kebenaran di Balik Klaim Ketua KPU Lingga Hotel Full Booking, Ini Temuan Jurnalis di Daik

- 1 Maret 2024, 11:17 WIB
Ketua KPU Lingga, Ardhi Aulia
Ketua KPU Lingga, Ardhi Aulia /Dok. kutipan.co/

LINGGA PIKIRAN RAKYAT - Ketua KPU Kabupaten Lingga, Ardhi Aulya, menghadapi kritikan dari sejumlah jurnalis di Kabupaten Lingga setelah pernyataannya mengenai penuhnya hotel di Lingga yang dikaitkan dengan insiden pengusiran wartawan saat hendak meliput rapat pleno terbuka rakapitulasi dan penetapan hasil perhitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Lingga Pemilu 2024.

Pernyataan Ardhy yang menyebut Hotel yang representatif di Lingga full di booking sampai tanggal 2 Maret 2024 menimbulkan pertanyaan, terutama dikalangan jurnalis di Daik Lingga, ketika jurnalis di Daik Lingga melakukan penelusuran pada Jumat (1/3/2024) dan menemukan bahwa beberapa hotel masih memiliki ruang rapat yang tersedia.

Keterbatasan ruangan yang digunakan KPU Lingga dalam pelaksanaan rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Lingga pemilu 2024, menjadi pertimbangan pihaknya dalam mengundang sejumlah wartawan untuk melakukan peliputan.

“Hotel yang representatif di Lingga full di booking sampai tanggal 2 Maret. Jadi kami buat plenonya di ruang pertemuan KPU berukuran 12×8 m2. Sangat terbatas,” kata Ardhi saat dikonfirmasi media ini pada Kamis (29/2/2024).

Baca Juga: Wartawan Diusir saat Rapat Pleno Rekapitulasi Ketua KPU Lingga sebut Hoax

Menurut Ardhi keterbatasan ruangan menjadi alasan mengapa tidak semua media dapat menghadiri pleno. Namun, dari penulusuran jurnalis di Daik Lingga menemukan adanya ruang rapat yang masih kosong di hotel-hotel Lingga menimbulkan keraguan atas kebenaran pernyataan tersebut.

Insiden pengusiran wartawan yang hendak meliput rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Lingga pemilu 2024 telah menarik perhatian dan kecaman dari berbagai pihak salah satunya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lingga.

"Ini tidak baik. Ada apa, kenapa meski menghalangi tugas wartawan? Pers bertanggung jawab mencermati hasil pemilu sebagai bentuk tanggung jawab memberikan informasi kepada publik," kata Jhony.

PWI Kabupaten Lingga telah menyatakan kekecewaannya atas insiden yang dianggap mengganggu transparansi proses demokrasi.

Halaman:

Editor: Akhlil


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x